Senin, 04 Januari 2010

Materi Quran Hadits Semester II Madrasah Aliyah Kelas XIII

Jujur Dalam Perkataan Dan Perbuatan

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
1 Memahami Al-Qur’an Surah An-Nahl: 91-92 1) Menampilkan bacaan QS An-Nahl: 91-92 dengan baik dan benar
2) Menyebutkan arti QS. An-Nahl: 91-92
3) Mempraktikkan perilaku jujur dalam perkataan dan perbuatan seperti dalam QS An-Nahl:91-92 1) Membaca ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan baik & benar
2) Menjelaskan makna kosakata
3) Menjelaskan tafsiran dari QS An-Nahl: 91-92
4) Menyebutkan atau menjelaskan hadits yang terkait
5) Menjelaskan makna dari hadits yang terkait

2 Memahami ajaran hadits tentang berkata dan berbuat jujur 1) Membaca hadits tentang kejujuran
2) Menyebutkan arti hadits tentang kejujuran
3) Menampilkan perilaku jujur dalam perkataan dan perbuatan seperti dalam hadits


Pergaulan Sesama Manusia

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
1 Memahami Al-Qur’an Surah Al-Hujurat: 10-13 1) Menampilkan bacaan QS Al-Hujurat: 10-13 dengan tartil dan benar
2) Menyebutkan arti QS. Al-Hujurat: 10-13
3) Mempraktikkan perilaku etika bergaul seperti dalam QS Al-Hujurat: 10-13 1) Membaca ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan baik & benar
2) Menjelaskan makna kosakata
3) Menjelaskan tafsiran dari QS Al-Hujurat: 10-13
4) Menyebutkan atau menjelaskan hadits yang terkait
5) Menjelaskan makna dari hadits yang terkait

2 Memahami ajaran hadits tentang pergaulan sesama manusia 1) Membaca hadits tentang pergaulan sesama manusia
2) Menyebutkan arti hadits tentang pergaulan sesama manusia
3) Menampilkan pergaulan sesama manusia seperti dalam hadits


Giat Bekerja
No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
1 Memahami Al-Qur’an Surah Al-Jum’ah: 9-11 1) Menampilkan bacaan QS Al-Jum’ah: 9-11 dengan tartil dan benar
2) Menyebutkan arti QS. Al-Jum’ah: 9-11
3) Mempraktikkan perilaku giat bekerja seperti dalam QS Al-Jum’ah: 9-11 1) Membaca ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan baik & benar
2) Menjelaskan makna kosakata
3) Menjelaskan tafsiran dari QS Al-Jum’ah:9-11
4) Menyebutkan atau menjelaskan hadits yang terkait
5) Menjelaskan makna dari hadits yang terkait

2 Memahami ajaran hadits tentang giat bekerja 1) Membaca hadits tentang giat bekerja
2) Menyebutkan arti hadits tentang giat bekerja
3) Menampilkan perilaku giat bekerja seperti dalam hadits


Keseimbangan Usaha Duniawi Dan Ukhrawi

No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator
1 Memahami Al-Qur’an Surah Al-Qashas: 77 dan Al-Baqarah: 198 1) Menampilkan bacaan QS Al-Qashas: 77 dan Al-Baqarah: 198 dengan tartil dan benar
2) Menyebutkan arti QS. Al-Qashas: 77 dan Al-Baqarah: 198
3) Mempraktikkan hidup seimbang seperti dalam QS Al-Qashas: 77 dan Al-Baqarah: 198 1) Membaca ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan baik & benar
2) Menjelaskan makna kosakata
3) Menjelaskan tafsiran dari QS Al-Qashas: 77
4) Menjelaskan tafsiran dari QS al-baqarah: 198
5) Menyebutkan atau menjelaskan hadits yang terkait
6) Menjelaskan makna dari hadits yang terkait

2 Memahami ajaran hadits tentang hidup seimbang 1) Membaca hadits tentang hidup seimbang
2) Menyebutkan arti hadits tentang hidup seimbang
3) Menampilkan perilaku hidup seimbang seperti dalam hadits

Makanan Yang Halal Dan BaikNo Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1 Memahami Al-Qur’an Surah Al-Baqarah: 168-169 dan Al-Baqarah: 172-173 1) Menampilkan bacaan QS Al-Baqarah: 168-169 dan Al-Baqarah: 172-173 dengan tartil dan benar
2) Menyebutkan arti QS. Al-Baqarah: 168-169 dan Al-Baqarah: 172-173
3) Mempraktikkan memakan makanan yang halal dan baik seperti dalam QS Al-Baqarah: 168-169 dan Al-Baqarah: 172-173 1) Membaca ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan baik & benar
2) Menjelaskan makna kosakata
3) Menjelaskan tafsiran dari QS Al- Baqarah: 168-169
4) Menjelaskan tafsiran dari QS Al- Baqarah: 172-173
5) Menyebutkan atau menjelaskan hadits yang terkait
6) Menjelaskan makna dari hadits yang terkait

2 Memahami ajaran hadits tentang memakan makanan yang halal dan baik 1) Membaca hadits tentang memakan makanan yang halal dan baik
2) Menyebutkan arti hadits memakan makanan yang halal dan baik
3) Menampilkan perilaku memakan makanan yang halal dan baik



JUJUR DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN

A. QS. An-Nahl: 91-92
1. Membaca Ayat Dengan Fasih

(#qèù÷rr&ur ωôgyèÎ/ «!$# #sŒÎ) óO›?‰yg»tã Ÿwur (#qàÒà)Zs? z`»yJ÷ƒF{$# y‰÷èt/ $ydω‹Å2öqs? ô‰s%ur ÞOçFù=yèy_ ©!$# öNà6ø‹n=tæ ¸xŠÏÿx. 4 ¨bÎ) ©!$# ÞOn=÷ètƒ $tB šcqè=yèøÿs? ÇÒÊÈ Ÿwur (#qçRqä3s? ÓÉL©9$%x. ôMŸÒs)tR $ygs9÷“xî .`ÏB ω÷èt/ >o§qè% $ZW»x6Rr& šcrä‹Ï‚?Fs? óOä3uZ»yJ÷ƒr& KxyzyŠ öNä3oY÷t/ br& šcqä3s? îp¨Bé& }‘Ïd 4’n1ö‘r& ô`ÏB >p¨Bé& 4 $yJ¯RÎ) ÞOà2qè=ö7tƒ ª!$# ¾ÏmÎ/ 4 ¨ûsöÍh‹u;ã‹s9ur ö/ä3s9 tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $tB óOçGYä. ÏmŠÏù tbqàÿÎ=tGøƒrB ÇÒËÈ
Artinya:
Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. An-Nahl: 91-92)

2. Menganalisis Makna Kosakata
#qèù÷rr&ur : tepatilah (oleh kalian)
ωôgyèÎ/ : dengan janji
(#qàÒà)Zs? : kalian menguraikan (buhulan atau tenunan)
¸xŠÏÿx. : penanggung, penjamin
9÷“xî : tenunan atau pintalan
KxyzyŠ : penipuan, kerusakan. Maksudnya masuk ke dalam diri orang itu sehingga orang tersebut tertipu atau rusak
} 4’n1ö‘r& : Lebih Besar/lebih tinggi
Þqè=ö7tƒ : menguji, melatih


3. Memahami Syahrul Ayat
(‰yg»tãO›?#sŒÎ) «!$# ‰ôgyèÎ/#qèù÷rr&ur
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah jika kalian telah berjanji”
Allah meminta kaum muslimin agar menepai perjanjian mereka dengan-Nya. Ayat ini turun berkenaan dengan baiat sebagian oreng yang masuk Islam terhadap nabi saw. Bahwa mereka mengimani belau dan akan mematuhi segala perintah beliau. Baiat itu mereka ucapkan dengan bersumpah demi Allah. Baiat itu berarti telah menjalin perjanjian dengan Allah SWT. Perjanjian itu harus merek penuhi karena mereka mengucapkannya dengan bersumpah demi Allah.
Ÿ($dω‹Å2öqs?‰÷èt/`»yJ÷ƒF{$##qàÒà)Zs?wur
Dan janganlah kalian langgar sumpah setelah meneguhkan(nya)
Perjanjian yang diikrarkan dengan bersumpah demiAllah berarti menjadikan Allah segabai jaminan terlaksananya perjanjian. Perjanjian itu tidak boleh batal karena manusia, tetapi hanya bisa batal karena takdir Allah. Oleh karena itu barang siapa yang menghianati janji itu berarti menghianati Allah. Allah menegaskan di ujung ayat bahwa Ia mengetahui perbuatan manusia yang berarti bahwa siapa yang membatalkannya akan berurusan dengan Allah. Ungkapan itu mengandung ancaman, yaitu bahwa Ia akan membuat perhitungan nanti dengan mereka yang dengan mudahnya membatalkan janji.
cqè=yèøÿs?$tBOn=÷ètƒ ©!$# bÎ)xŠÏÿx.Nà6ø‹n=tæ!$# öOçFù=yèy_‰s%ur
Sedangkan kalian telah menjadikan Allah sebagai jaminan(nya). Sungguh Allah mengetahui apa yang kalian lakukan
Allah melarang manusia membatalkan janji secara sepihak. Orang yang membatalkan janji diumpamakan oleh Allah layaknya wanita penenun, setelah htenunannya selesai ia menceraiberaikannya kembali menjadi benang-benang yanng berserakan. Dan tindakan semacam ini tenntunya sangatlah konyol, merugikan dan tidak dapat dibenarkan.
Ÿ $ygs9÷“xî MŸÒs)tR ÓÉL©9$%x. #qçRqä3s?wur
Dan janganlah kalian seperti perempuan yang menguraikan tenunannya, setelah (dipintalnya) dengan kuat, menjadi benang cerai
Pembatalan janji secara sepihak akan lebih dimurkai oleh Allah, terlebih jika dilandasi dengan niatan untuk tidak jujur. Yaitu ketika datang pihak ketiga yang lebih kuat maka orang itu akanmembatalkan janjinya dari yang lebih lemah atau yang pertama kepada yang lebih kuat itu karena dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang terjadi pada sebagian umat yang masuk Islam pada zaman nabi. Diceritakan bahwaketika datang pemuka-pemuka Quraisy yang tentu saja lebih kaya dan berpengaruh, maka meereka membatalkan janji dengan nabi Muhammad dan berpindah kepada kafir Quraisy tersebut.
Ÿwur (#qçRqä3s? ÓÉL©9$%x. ôMŸÒs)tR $ygs9÷“xî .`ÏB ω÷èt/ >o§qè% $ZW»x6Rr& šcrä‹Ï‚?Fs? óOä3uZ»yJ÷ƒr& KxyzyŠ öNä3oY÷t/ br& šcqä3s? îp¨Bé& }‘Ïd 4’n1ö‘r& ô`ÏB >p¨Bé& 4 $yJ¯RÎ) ÞOà2qè=ö7tƒ ª!$# ¾ÏmÎ/ 4 ¨ûsöÍh‹u;ã‹s9ur ö/ä3s9 tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# $tB óOçGYä. ÏmŠÏù tbqàÿÎ=tGøƒrB ÇÒËÈ
Artinya:
Kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.
Allah menegaskan bahwa adanya pihak ketiga yang lebih kuat adalah ujian bagi mereka dari-Nya, aspakah mereka msetia pada janji atau tidak. Bila mereka terbukti tidak setia maka balasan Allah akan Ia jatuhkan di dunia ini juga. Tetapi di akhirat nanti mereka akan tetap diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka berupa pelanggaran janji itu. Selain itu bila dilihat dari segi kemanusiaan maka membatalkan janji secara sepihak itu akan menimbulkan percekcokan antar pihak yang terkait. Allah tidak menyukai perselisihan karena Islam sendiri itu adalah agama perdamaian.
Quraisy Syihab mengatakan dalam tafsirnya, apapun bentuk perjanjian itu yang jels Allah menegaskan atau meme rintahkan dalam ayat ini tepatilah perjanjian yang kamu ikrarkan dengan Allah apabila kamu berjanji. Dan ayat ini tidak bertentangan dengan sabda Rosul saw yanng menayatakan bahwa: Sesungguhnya aku, insyaallah, tidak bersumpah dengan suatu sumpah-lalu melihat ada yang lebih baik darinya- kecuali melakukan yang lebih baik dan membatalkan sumpahku dengan membayar kafarat (HR. Bukhari dan Muslim). Disebut tidak bertentangan karena yang dimaksud sumpah oleh ayat ini adalah yang masuk dalam perjanjian, sedanng sumpah yang dimaksud oleh hadits Nabi saw. Itu adalah yang merupakaln kegiatan perorangan yang berkaitan dengan anjuran atau halangan. Janji kepda orang lain tidak boleh dibatalakan sedangkan janji dengan diri sendiri boleh dibatalkan karenma sifatnya motivasi kepada diri sendiri seperti yang digam,barkan oleh nabi Muhammad diatas.
Jika dalam ayat 91 pada surat An-Nahl itu memerintahkan untuk menepati janji maka dalam ayat berikutnya atau ayat 92 ini menjelaskan bahwasannya orang yang membatalkan janji oleh Quraisy Syihab akan menyebabkan kerusakan karena seseorang telah menanamkan keyakian dalam hati mitranya, namun begitu dia mengingkari janjinya itu maka hubungan itu akan menjadi rusak karena sumpah itu telah diingkari.
Ayat diatas menyebutkan kata ummah/ golongan sebanyak dua kali. Banyak pakar tafsir memahami ayat ini berbicara tentang kelakuan bebrapa suku pada masa Jahiliah. Yang memmbatalkan janji nanatara kelompok diakibatkan mereka menemukan kelompok yang lebih baik dari kelompok yangmengikat mereaka dengan janji yang mereka sepakati. Janji atau perjanjian yang nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah diakhirat terhadap pelakunya, sebagaimana pertanggungjawaban atas harta anak yatim dari walinya. Sebagaimana dalam QS. Al-Isra: 34 di bawah ini

Ÿwur (#qç/tø)s? tA$tB ÉOŠÏKuŠø9$# žwÎ) ÓÉL©9$$Î/ }‘Ïd ß`|¡ômr& 4Ó®Lym x÷è=ö7tƒ ¼çn£‰ä©r& 4 (#qèù÷rr&ur ωôgyèø9$$Î/ ( ¨bÎ) y‰ôgyèø9$# šc%x. Zwqä«ó¡tB
Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.
Selain itu jujur merupakan sikap terpuji yang dianjurkan oleh agama, ia selalu bersanding dengan kebenaran yang harus dikawal dan ditegakkan, bahkan Allah SWT menyebut diri-Nya dengan Al-Haq yang artinya Mahabenar. Begitu juga para nabi dan Rasul-Nya selalu mempunyai sifat Ash-Shidq yang berarti jujur.Jujur mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat. Setidaknya ada enam manfaat bagi orang yang jujur dalam perkataan maupun perbuatannya.
a. perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. Baginda Rasul SAW bersabda, Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu, sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan. (HR Turmudzi dari riwayat Hasan bin Ali).
b. mendapatkan keberkahan dalam usahanya. Rasulullah SAW bersabda, ''Dua orang yang berjual beli mempunyai pilihan (untuk melanjutkan transaksi ataupun membatalkannya) selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan barangnya maka akan diberkahi jual beli mereka, dan jika mereka merahasiakan dan berdusta maka dihilangkan keberkahan jual beli mereka.'' (HR Bukhari)
c. mendapat pahala seperti pahala orang syahid di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya ke dalam golongan orang-orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya.'' (HR Muslim) .
d. selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya. Rasulullah SAW telah bersabda, ''Berperangailah selalu dengan kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur itu mencelakakan maka pada hakikatnya ia merupakan keselamatan.'' (HR Ibnu Abi Ad-Dunya dari riwayat Manshur bin Mu'tamir).
e. dijamin masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW, ''Berikanlah kepadaku enam perkara niscaya aku akan jamin engkau masuk surga: jujurlah jika engkau bicara, tepatilah jika engkau berjanji, tunaikanlah jika engkau diberi amanat, jagalah kemaluanmu, tundukkan pandanganmu, dan jagalah tanganmu.'' (HR Ahmad dari riwayat 'Ubadah bin Ash-Shamit).
f. dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika engkau ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tunaikanlah jika engkau diberi amanah, jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang sekelilingmu.'' (HR Ath-Thabrani). Demikianlah, jujur penting sekali, terutama di masa ketika segala aspek kehidupan dipenuhi kepalsuan dan dusta. Di manapun berada, kejujuran harus di atas segalanya. Jujur adalah simbol profesionalisme kerja dan inti dari kebaikan hati nurani seseorang.

B. Hadits Tentang Menjauhi Khianat
Artinya:
Tiada orang munafik tiga: bila ia berkata berdusta, bila ia berjanji memungkiri, dan bila ia dipercayai khianat (HR. Bukhori dan Muslim)
Dusta, ingkar, dan khianat adalah perbuatan dosa yang membawa ke neraka dalam hadits di atas terkandung beberapa hal, diantara nya adalah:
a. Berbicara jujur, jangan berdusta, dan jangan menambah atau mengurangi nfakta yang ada serta jangan sekali-kali menipu
b. Janji haruslah ditepati, jika tidak bisa menepati janji jangan sekali-kali membuat janji dengan orang lain. Karena akan berdampak buruk pada keberlangsungan hubungan sesama manusia dan akan meninggalkan kesan buruk pada diri kita
c. Bila kita dipercayai untukmengemban suatu amanah maka berusahalah untuk menjaga kepercayaan itu. Amanah harus dijaga, titipan harus disampaikan, dan tugas harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Seperti peribahasa berikut ini “Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya”, artinya sekali kita diketahui tidak jujur oleh orang, maka orang itu tidak akan percaya lagi kepada kita selama-lamanya”.

C. Kesimpulan
Dalam bab ini telah dipelajari bahwasannya seorang muslim itu harus menjadi pelopor dalam memperlakukan manusia secara benar dan tepat (proposional) serta adil tanpa membeda-bedakan (equal). Selain itu ada tiga hal yang perlu dikerjakan oleh umat Islam yakni: menegakkan keadilan, memberi balasan yang lebih baik dari yang diterima, dan membantu kerabat sesama muslim. Selain itu ada tiga hal yang mereka harus jauhi, antara lain: melakukan perbuatan jahat, melakukan kemungkaran, dan melanggar hak asasi manusia. Ajaran Islam sangat lengkap dan komprehensif. Oleh karena itu masih terdapat ajaran lainnya yang harus dikerjakan oleh umat Islam, diantaranya adalah menepati janji, jujur dan tidak khianat. Yang nantinya akan dibahasa dalam bab ini.
Dari pembahasan diatas mengenai perbuatan dan perkataan yang jujur maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Seorang muslim harus jujur, tidak boleh berbohong, tidak boleh ingkar janji, dan tidak boleh berkhianat
b. Ucapan harus benar, janji, perjanjian, dan sumpah harus ditepati, dan kepercayaan orang harus dijaga
c. Dusta, ingkar dan khianat adalah perbuatan dosa.

PERGAULAN SESAMA MANUSIA

A. QS. Al hujurat: 10-13
1. Membaca Ayat dengan Fasih
$yJ¯RÎ) tbqãZÏB÷sßJø9$# ×ouq÷zÎ) (#qßsÎ=ô¹r'sù tû÷üt/ ö/ä3÷ƒuqyzr& 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# ÷/ä3ª=yès9 tbqçHxqöè? ÇÊÉÈ $pkš‰r'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw öy‚ó¡o„ ×Pöqs% `ÏiB BQöqs% #Ó|¤tã br& (#qçRqä3tƒ #ZŽöyz öNåk÷]ÏiB Ÿwur Öä!$|¡ÎS `ÏiB >ä!$|¡ÎpS #Ó|¤tã br& £`ä3tƒ #ZŽöyz £`åk÷]ÏiB ( Ÿwur (#ÿrâ“ÏJù=s? ö/ä3|¡àÿRr& Ÿwur (#râ“t/$uZs? É=»s)ø9F{$$Î/ ( }§ø©Î/ ãLôœew$# ä-qÝ¡àÿø9$# y‰÷èt/ Ç`»yJƒM}$# 4 `tBur öN©9 ó=çGtƒ y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbqçHÍ>»©à9$# ÇÊÊÈ $pkš‰r'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è?/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtä†r& óOà2߉tnr& br& Ÿ@à2ù'tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§‘ ÇÊËÈ $pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu‘$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& y‰YÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ

Artinya:
Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (al-Hujuraat: 10-13)

B. Menganalisis Makna Kosa Kata
$yJ¯RÎ) : Hanya (kata untuk memberikan makna pengkhususan)
ouq÷zÎ) : Saudara-saudara (adik atau kakak s atu keturunan)
(#qßsÎ=ô¹r's : Perbaikilah (oleh kalian). Merupakan bentuk fi’il amr dari ashlaha-yushlihu-ishlaaha yang berarti memperbaiki atau mendamaikan.
y‚ó¡o„ : mengejek, merendahkan (menyebut kejelekanseseorang sehingga pendengar meneertawakan)
Pöqs% : Kaum (sekelompok orang)
#ÿrâ“ÏJù=s? : mencaci, menghina (dengan ucapan, mimik, pandangan mata)
#râ“t/$uZs? : saling memberi nama ejekan
É=»s)ø9F{$$ : gelar, nama ejekan
-qÝ¡àÿø9$# : fasik (melanggar hukum agama secara sadar)
`©à9$# : Prasangka (Kira-kira kebenarannya sekitar 75%). Bila perkiraan kebenarannya 50% disebut dengan syakkun, bila perkiraan kebenarannya sekitar 25% disebut dengan wahammun.
#qÝ¡¡¡pgrB : Mata-matai (untuk tujuan tidak baik)
=tGøótƒ : Menggunjing (menyebutkan kejelekan seseoang di belakangnya)
x.sŒ : jantan, jenis laki-laki
Ós\Ré& : Betina, jenis perempuan
$\/qãèä© : Bangsa-Bangsa jamak
@ͬ!$t7s% : Suku-suku bangsa


C. Memahami Syahrul Ayat
bqãZÏB÷sßJø9$#$yJ¯RÎ)
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”
Sesama muslim itu bersaudara. Begitu dalam persahabatan antara sesama manusia sehingga mereka dalam pandangan Allah seperti saudara kandung. Oleh karena itu mereka tidak diperbolehkan bermusuh-musuhan.
ö/ä3÷ƒuqyzr&tû÷üt/(#qßsÎ=ô¹r'sù
Maka damaikanlah kedua saudaramu itu
Karerna sesama muslim itu seperti sadudara kandung, maka bila terjadi percekcokan antara dua saudara kandung itu, maka harus didamaikan. Yang mendamaikannya adalah saudaranya yang lain, sesama muslim yang tidak terlibat percekcokan tersebut.
Selain ajaran perdamaian ayat ini sesungguhnya menghendaki agar seluruh umat Islam bersatu tidak boleh berpecah belah, bermusuhan, apalagi saling beperang. Dasar persatuan itu adalah pandangan bahwa mereka dalam pandangan Allah adalah bersaudara kandung.
(bqçHxqöè?/ä3ª=yès©!$# #qà)¨?$#ur
“Dan taqwalah kepada Allah supaya kalian memperoleh rahmat“
Strategi untuk mencapai persatuan adalah dengan bertaqwa. Taqwa adalah beriman dan berbuat baik. Karena itulah, mereka dalam ayat ini diminta Allah untuk bertaqwa. Hal itu berarti bahwa mereka harus menjalankan nilai-nilai iman, yaitu berbuat baik anatara satu dengan yang lainnya sesama muslim.
Dengan menjalankan ketaqwaan itu umat Islam menginginkan agar Allah memberikan Ramat-Nya, yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semakin tinggi ketaqwaan semakin tinggi pula Ramat yang akan diperoleh.
Nåk÷]ÏiB #ZŽöyz (#qçRqä3tƒ br& Ó|¤tãQöqs%`ÏBPöqs%öy‚ó¡o„w #qãZtB#uäûïÏ%©!$# ($pkš‰r'¯»tƒ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka
Allah meminta agar kaum muslimin laki-laki baik secara bersama maupun perorangan tidak mengejek dalam artian merendahkan martabat kelompok atau orang lain. Misalnya menyebutkan kekurangannya di depan orang ramai-ramai dengan maksud menertawakannya atau menyebarluasakan kejelekannya sehingga masyarakat umum memandangnya rendah.
Allah memperingatkan kepada pengejek bahwa orang yang diejek bias njadi lebih baik dan lebih mulia di sisi-Nya daripada orang yang mengejeknnya. Siapa tahu justru kejelekan yang dijadikan bahan ejekan itu ada pada dirinya. Dan tindakannya itu juga sudah merupakan kekurangan baginya.
`åk÷]ÏiB#ZŽöyz `ä3tƒbr&Ó|¤tãä!$|¡ÎpS #`ÏiBä!$|¡ÎS wur
jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik
begitu juga dengan kaum muslim perempuan baik secara bersama maupun perorangan tidak mengejek dalam artian merendahkan martabat kelompok atau orang lain. Misalnya menyebutkan kekurangannya di depan orang ramai-ramai dengan maksud menertawakannya atau menyebarluasakan kejelekannya sehingga masyarakat umum memandangnya rendah.
Dalam ayat ini telah jelas bahwasannya kelompok muslim laki-laki maupun perempuan diperlakukan sama oleh Allah, yaitu sama-sama dilarang mengejek kaum Muslim yang lain.
Ÿö/ä3|¡àÿRr&#ÿrâ“ÏJù=s?wur
“Jangan kalian menghina diri kalian”
Dalam ayat ini Allah melarang kaum muslimin menghina diri mereka sendiri. Maksudnya adalah larangan menghina orang lain, karena menghina orang lain sama artinya dengan menghina dirinya sendiri. Karena orang yang dihina akan balik menghina orang yang menghina dirinya.
Menghina adalah membesar-besarkan kekurangan, aib atau cacat orang lain, kemudian menistakannya. Penghinaan seperti itu tidak dapat dierima oleh Allah. Orang yang menghina harus bertaubat kepada-Nya, yaitu mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Selain itu, ia juga harus meminta maaf kepada orang yang dihinanya.
ŸÉ=»s)ø9F{$$Î/#râ“t/$uZs?wur
Dan jangan pula saling memberi nama kejelekan
Allah berikutnya melarang kaum muslimin untuk saling memberi nama atau gelar ejekan. Yang dimaksud gelar atau alias yang bernada merendahkan atau menghina, seperti memanggil orang dengan nama “Si Pemalas” misalnya atau panggilan lain yang merendahkan orang lain itu dilarang.
`»yJƒM} ‰÷èt/ä-qÝ¡àÿø9$# Lôœew$#§ø©Î/
Amatlah buruk nama fasik setelah (dia) beriman
Allah menjelaskan bahwa gelar atau alias yang merendahkan itu adalah nama yangv sangat jelek. Kejelekannya sama dengan fasik. Fasik adalah perbuatan melanggar ketentuan agama secara sadar. Dengan demikian memberi gelar atau alias yang merendahkan itu sangat hina, seperti hinanya orang yang suah beiman melakukan kefasikan, yaitu melanggar aturan-aturan agama.
öbqçHÍ>»©à9$#Nèd7Í´¯»s9'ré'sù=çGtƒN©9 `tBur
Siapa tidak bertaubat, merekalah orang yang dzolim
Orang yang memberi orang lain gelar atau alias yang menghina itu harus bertaubat. Dia harus mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dan meminta maaf kepada orang yang diberinya gelar atau penghinaan itu. Bila ia tidak bertaubat maka ia sudah berbuat dzolim, yang lebih besar lagi dosanya dari dosa kafir. Namun jika nama atu gelar yang diberikannya itu baik, seperti saat Nabi memanggil A’isyah dengan sebutan Humairah yang berarti kemerah-merahan untuk memuji keantikannya, maka itu diperbolehkan.
tOøOÎ) u`©à9$#Ù÷èt/ cÎ)`©à9$#`ÏiB #ZŽÏWx.#qç7Ï^tGô_$##qãZtB#uäûïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ
Hai orang-orang yang beriman! Jauihilah terlalu banyak prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa
Selanjutnya Allah meminhta kepada kaum muslimin untuk menjauhi prasangka jelek. Hal ini berrati bahwa mendekatinya saja tidak boleh apalagi mengerjakannya. Sebagaimana telah dijelaskan dalah keterangan kosakata, dzon adalah dugaan yang kemungkinan kebenarannhya adalah hingga 75% saja. Meskipun demikian dugaan jelek itu tidak dibenarkan oleh Allah.oleh karena itu kemungkinan untuk salah masih ada. Islam mengajarkan kepada kkita agar senantiasa berprasangka baik terhadap sesama muslim seperti yang dikatakan oeh Umar:
“jangan sekalli-kali menyangka kata-kata yang keluar dari kawanmu selain kebaikan, sedangkan engkau telah menemukan kata-kata itu memungkinkannya berbuat kebaikan.
Ÿ(#qÝ¡¡¡pgrBwur
Janganlah memata-matai
Selanjutnya Allah melarang umat Islam untuk tidak memata-matai atau menyelidiki serta mencari-cari kekurangan orang lain. Yang dikehendaki oleh Allah justru kebalikannya yaitu seorang muslim jika mngetahui rahasia, atau aib orang lain maka dia harus menyembunyikannya baik-baik dan tidak membeberkannya di depan umum. Balasan ba gi orang yang menyimpan rahasia orang lain adalah bahwa Allah akan menyimpan dosa dan rahasianya di dunia dan diakhirat kelak. Sebagaimana sabda nabi Muhammad: “Dan siapa yang menutup (rahasia) seorang mukmin, Allah akan menutup dosa dan kejelekannya di akhirat kelak”. Demikian juga dengan orang yang suka menyebar-nyebarkan rahasia orang lain, maka rahasianya lain kalli jua akan disebarkan oleh orang.
Larangan mencari-cari kesalahan orag lain atau menyeldiki kesalahan orang lain tidak berlaku jika itu untuk kepentingan keamanan Negara, membongkar kejahatan, pengadilan dan sebagainya, karena tindakan itu dilakukan untuk melindungi kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi.
Demikian juga diperbolehkannya menyelidiki untuk tujuan baik artinya bukan untuk membuka rahasia seseorang tetapi untuk tujuan mencari tahu. Layaknya perintah nabi Ya’kub kepada anak-anaknya untuk mencari tahu tentang nabi Yusuf yang sudah lama menghilang tetapi diduga menjadi pejabat di Mesir.
$³Ò÷èt/Nä3àÒ÷è?/=tGøótƒ Ÿwur
Dan janganlah saling menggunjing satu sama lain
Dalam ayat ini Allah juga melarang umat Islam untuk menggunjing sesame manusia.bergunjing adalah menjelek-jelekkan seseorang di belakangnya dan kejelekan yang dibicarakannya itu benar. Bila menggunjingkan seseorang sedangkan yang diomongkan itu adalah kepalsuan atau tidak benar maka maka orang yang menggunjing itu bohong besar. Hal ini sebagaimana sabda nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi:
“Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw bersabda,apakah itu ghibah ya rasululllah? Rasulullah bersabda: engkau menyebutkan sesuatu tentang temanmu yang tidak ia sukai, dikatakan lagi: Bagaimana jika pada teman saya itu benar apa yang saya katakana? Rasulullah bersabda: Jika apa yang kau katakana itu benar maka kau telah menggunjingnnya, jika yang kau katakana itu tidak benar padanya maka kau telah berbohong besar padanya”.
nqßJçF÷d̍s3sùz$\GøŠtB ç ÏmŠÅzr& Nóss9 Ÿ@à2'tƒ br&Oà2߉tnr&=Ïtä†r&
“Adakah diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?Tidak, kalian tentu merasa jijik”.
Menggunjing orang lain disamakan Allah kedudukannya dengan memakan daging bangkai orang lain tersebut. Hal ini benar sekali karena menggunjing orang berarti mematikan karakter atau membunuh nama baik orang itu. Orang tersebut dimata orang yang menggunjing bagaikan mayat, karena orang itu tidak tahu nama baiknya dijatuhkan dan ia tidak bisa membela diri.
Karena nama baiknya, maka seseorang merasakan atau mendapatkan seseorang yang digunjingkannya itu berbau busuk seperti bangkai. Orang yang menggunjingi orang lain sama artinya memakan bangkai orang yang digunjingnya itu. Siapakah yang mau memakan bangkai, dan bangkai itu adalah bangkai saudara sendiri? Tentu tidak ada yang mau. Oleh karena itu, janganlah bergunjing.
4×LìÏm§‘ Ò>#§qs? ¨!$#bÎ) !$##qà)¨?$#ur
Bertaqwalah kepada Allah, Sungguh, Allah Maha Penerima Taubat lkagi Maha Penyayang
Allah meminta umat Islam agar bertakwa, yaitu artinya beriman dan berbuat baik menjauhi gunjingan. Bila terlanjur bergunjing, maka ia haruslah segera bertaubat, yaitu mengakui kesalahan, berjanji tidak akan mengulangilnya lagi dan meminta maaf kepada orang yang telah digunjingnya itu. Bila manusia bertaubat maka lakukanlah karena Allah semata agar taubatnya diterima di sisi-Nya
Perlu ada yang digaris bawahi bahwa tidak semua untuk gunjingan itu dilarang. Beberapa ulama, sebagaimana Quraish Shihab dalam tafsirnya telah membolehkan beberapa bentuk gunjingan (gibah), diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Meminta penjelasan hukum tentang sesuatu fatwa dengan menyebutkan kasus orang tertentu
b. Menyebutkan kejahatan seseorang yang memang nyata dalam masyarakat
c. Menyampaikan informasi kepada yang berwenang mengenai kejahatan seseoarang untuk menghindari bahaya yang lebih besar
d. Menyampaikan informasi kepada yang memerlukan supaya tidak tertipu, misalnya menyampaikan keburukan seseorang lepada calon yang akan dilamarnya
e. Menyebutkan sifat jelek seseorang untuk menghindari kekeliruan. Misalnya bila sebuah nama menjadi nama banyak oranng, maka supaya orang tidak keliru. Misalnya nama orang itu diberi sifat khasnya, seperti “Si A yang pengantuk”.
Ós\Ré&urx.sŒ`ÏiB/ä3»oYø)n=yz$¯RÎ) ¨$¨Z9$#$pkš‰r'¯»tƒ
Hai manusia kamiciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
Dalam ayat ini Allah mengingatkan umat manusia bahwa mereka berasal dari asal-usul yang sama, yaitu dari Adam dan satu betina yaitu Hawa. Dari satu jantan dan satu betina itu lahirlah laki-laki dan perempuan yang banyak sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 1
$pkš‰r'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3?/u‘ “Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oy‰Ïnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry— £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í‘ #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# “Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnö‘F{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3ø‹n=tæ $Y6ŠÏ%u‘ ÇÊÈ

Artinya:
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.
Karena manusia berasal dari asal usu;yang sama, maka mereka sesungguhnya bersaudara. Karena itu mereka tidak boleh saling menjahati apalagi saling membunuh.
Ÿ(#þqèùu‘$yètGÏ9 @ͬ!$t7s%ur $\/qãèä©öNä3»oYù=yèy_ur
Dan kami jadikan kalian berbagai bangsa dan suku bangsa supaya kalian saling mengenal
Dari satu nenek moyang manusia berkembang biak. Karena perkembangbiakannya itu kemudian menjadi sebegitu besarnya sehingga mereka menempati segala penjuru bumi. Karena kesamaan tempat tinggal, ras, dan nasib akhirnya mereka membentuk sebuah bangsa.
Suatu bangsa terdiri dari berbagai suku bangsa yang sama bahasanya, adat istiadatnya, dan sebagainya. Di tempat lain terdapat suku bangsa lain yang dengan bahasa dan istiadat yang berbeda pula. Di dunia ini terdapat ratusan bangsa dan entah berapa banyak suku bangsa yang terbentuk dengan berbagai bahasa daerah, dialek, atau adat istiadat tersendiri. Bangsa indonesia saja memiliki lebih dari 300 bahasa daerah atau dialek. Kita adalah bangsa majemuk di dunia, demikianlah Maha Kuasa-Nya Allah.
Allah menegaskan bahwasannya perbedaan ras, bangsa, dan suku itu gunanya untuk saling mengenal. Setiap ras, bangsa, dan suku bangsa memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan serta saling membutuhkan satu sama lain, itulah hukum alam.
Variasi Amat manusia dapat di umpamakan seperti variasi tumbuhan di hutan. Berbagai jenis ponhon, tinggi rendahnya, dan warna-warni daunnya membuat panorama hutan semakin elok untuk dinikmati. Demikian juga dengan perbedaan anatar manusia satu dengan yang lainnya, maka untuk saling mengel itu adalah seni dari silaturahmi yang sangat indah untuk diraskan.
4 öNä39s)ø?r& !$#‰YÏã ö/ä3tBtò2r& ¨bÎ)
Sungguh yang paling mulia diatara kalian bagi Allah adalah paling takwa diantara kalian
Oleh karena pencipta manusia dengan berbagai ras, bangsa dan suku bangsa itu, yang tujuannya adalah untuk terjalinnya persaudaraan dan kerjasama, bukan untuk permusuhan dan penjajahan, maka tolok ukur kebaikan manusia itu terletak perbuatan baiknya dalam rangka memperkuat persaudaraan dan kerjasama tersebut.
Perbuatan baik untuk memupuk persaudaraan dan kerjasama misalnya adalah dengan saling menghormati dan saling membantu. Dengan demikian maka kedamaian dan kemakmuran akan tercapaidi seluruh dunia, dan dunia akan bagaikan surga.
Allah mengetahui siapa saja yang bertakwa dan siapa yang tidak bertakwa, siapa yang memupuk persaudaraan dan siapa yang tidak, siapa yang bekerjasama dan siapa yang tidak. Di akhirat nanti Allah akan menyampaikan segala tingkah laku manusia itu. Untuk yang baik maka dikirim ke surga dan yang buruk maka dikirim ke neraka.

D. Hadits Tentang Pergaulan Sesama Manusia
Dalam materi ini terdapat hadits yang relevan, adapun arti dari hadits tersebut adalah sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah r.a berkata: sesungguhnya Rasulullah bersabda: Jauhilah oleh kalian prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Janganlah menyelidik-nyelidik, janganlah memata-matai, janganlah saling bersaing, jangalah saling dengki, janganlah saling membenci, janganlah saling memusuhi, tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. (HR Bukhari dan Muslim)
Nabi Muhammad saw menegaskan bahwasannya prasangka itu pada umumnya adalah dusta, artinya lebih banyak tidak benarnya. Dan nabi Muhammad melarang umat Islam untuk melakukan hal-hal di bawah ini:
a. Memata-matai, karena rahasia seseorang adalah martabat baginya dan orang lain tidak berhak mengetahuinya.
b. Saling menyelidiki, kecuali selama tidak merugikan bagi pihak yang diselidiki
c. Saling bersaing, jika persaingan itu tidak sehat maka akan menimbulkan permusuhan
d. Saling mendengki, yaitu iri pada keberuntungan yang diperoleh oleh oang lain
e. Saling membenci, yang akhirnya akan merusak hubungan baik dan mengakibatkan permusuihan
f. Saling memusuhi, yang akhirnya akan menimbulkan pertikaian atau peprangan

E. Kesimpulan
Dari pemaparan panjang diatas, kita ketahui betapa pentingnya untuk menjaga tali persaudaraan dan tentunya terdapat beberapa aturan yang telah disediakan Allah agar kita menjalaninya penuh barakah. Dan beberapa keharusan yang dilakukan oleh kaum muslimin seperti di bawah ini:
a. Kaum muslimin itu bersaudara, karena itu mereka bersatu tidak berpecah belah
b. Allah melarang sesama muslim untuk saling mengejek, menghina, memberi gelar ejekan, banyak prasangka, memata-matai, menggunjing, yang akan dapat merusak persaudaran itu.
c. Allah mengingatkan bahwasnnya umat Islam itu berasal daari nenek moyang yang satu yakni nabi Adam dan istrinya Siti Hawa, oleh karena itu hendaknya mereka saling menghormati dan bekerjasama untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran.


GIAT BEKERJA
A. QS. Al-Jum’ah: 9-11
1. Membaca Ayat Dengan Fasih

$pkš‰r'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) š”ÏŠqçR Ío4qn=¢Á=Ï9 `ÏB ÏQöqtƒ ÏpyèßJàfø9$# (#öqyèó™$$sù 4’n<Î) ̍ø.ÏŒ «!$# (#râ‘sŒur yìø‹t7ø9$# 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 bÎ) óOçGYä. tbqßJn=÷ès? ÇÒÈ #sŒÎ*sù ÏMuŠÅÒè% äo4qn=¢Á9$# (#rãÏ±tFR$$sù ’Îû ÇÚö‘F{$# (#qäótGö/$#ur `ÏB È@ôÒsù «!$# (#rãä.øŒ$#ur ©!$# #ZŽÏWx. ö/ä3¯=yè©9 tbqßsÎ=øÿè? ÇÊÉÈ #sŒÎ)ur (#÷rr&u‘ ¸ot»pgÏB ÷rr& #·qølm; (#þq‘ÒxÿR$# $pköŽs9Î) x8qä.ts?ur $VJͬ!$s% 4 ö@è% $tB y‰ZÏã «!$# ׎öyz z`ÏiB Èqôg¯=9$# z`ÏBur Íot»yfÏnF9$# 4 ª!$#ur çŽöyz tûüÏ%Ηº§9$# ÇÊÊÈ

Artinya:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.


2. Menganalisis Makna Kosa Kata
”ÏŠqçR : dipanggil (kata kerja masa lampau)
qyèó™$ : bersegeralah kalian
#râ‘sŒ : tinggallkan oleh kalian
#qäótGö/$# : carilah oleh kalian
#rãÏ±tFR$$ : bertebaranlah kalian
È@ôÒsù : karunia (pemberian lebih dari kebutuhan primer)
#rãä.øŒ$# : ingatlah oleh kalian
bqßsÎ=øÿè? : beruntung, sukses (sampai ke finis dengan gemilang)
#þq‘ÒxÿR : menjadi bercerai berai (seperti bercerai berainya kertas buku yang rusak)


3. Memahami Syahrul Ayat
yìø‹t7ø9$# #râ‘sŒur!$# ø.ÏŒ’n<Î)qyèó™$sù ÏpyèßJàfø9$# Qöqtƒ `ÏB Ï o4qn=¢Á=Ï9”ÏŠqçR #sŒÎ) #þqãZtB#uäûïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ
Artinya:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.
Dalam ayat ini digambarkan bahwa Allah mengingatkan kepada manusia atau seluruh kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan untuk melaksanakan hal-hal berikut ini:
a. Jika adzan shalat jum’ah sudah dikumandangkan, maka “bersegeralah mengingat Allah”. Kalimat bersegera di sini maksudnya bukanlah berjalan cepat sebagaimana pengertian bahasanya, seperti orang yang sedang mengerjakan sa’I dalam ibadah haji, namun maksudnya adalah menghentikan segala pekerjaan atau aktivitas dan berangkat ke masjid dengan tenanng dan mantap tanpa terburu-buru, sebagaimana diajarkan oleh belau dalam sabdanya: “Bila kalian mendengar iqamah, berangkatlah shalat dengan tenang dan mantap, dan jangan terburu-buru. Apa yang kalian dapatkan shalatnya kerjakan, dan apa yang terlewati lengkapi”.
Sedangkan makna “mengingat Allah” adalah segera mengerjakan ibadah jum’ah, yaitu mendengarkan khutbah dan shalat dua rakaat.
b. “Tinggalkan jual beli” maksudnya tinggalkanlah segala aktivitas seperti berdagang, bekerja dan lain-lain. Berdagang adalah mencari pengghidupan, ddemikian juga dengan bekerja di kantor atau sawah, belajar di sekolah,dan sebagainya adalah termasuk mencari penghidupan.oleh karena itu pada dasarnya semua aktivitas manusia adalah sama, yaitu untuk mencari penghidupan. Oeh karena itu siapapun jika adzan telah berkumandang, segala aktivitas harus ia tinggalkan dan segera berangkat ke masjid. Karena manusia tidak boleh hanyut dalam aktivitas dan lupa akan ibadahnya.

Panggilan Allah atau seruan Allah dalam ayat ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Bagi perempuan, melaksanakan shalat jum’at hukumnya sunnh namun dianjurkan. Sedangkan untuklaki-laki adalah wajib bagi setiap individu. Dan jika mereka telah melaksanakan shalat jum’at maka mereka tidak perlu lagi melaksanakan shalat duhur. Hal itu karena ibadah jum’at adalah untuk pengganti shalat duhur.
Dan jika shalat jum’at telah usi maka Allah meminta kepada seluruh umat islam untuk melanjutkan aktivitasnya kembali, bahkan diisyaratkan untuk melakukan hal-hal berikut ini,
a. Berpencaran di muka bumi untuk mencari ma’isyah. Dalam ayat ini disebutkan demikian untuk menunjukan bahwasannya umat Islam harus beregerak di seluruh aspek kehidupan manusia, seperti dakwah, perdagangan, ilmu pengetahuan, teknologi, politik, tidak pada bidang agama saja.
b. Mencari karunia Allah dengan sekuat tenaga. Karunia di sini maksudnya adalah rezeki yang lebih banyak dari kebutuhan primer.
c. Banyak mengingat Allah.maksud dari dzikir dalam ayat ini adlah sebagai berikut:
a) Menyebut dan mengingat-Nya dalam fikiran dan hati ketika melakuakan segala aktifitas
b) Mempraktikan ajaran-ajarannya dalam segala aktivitas, misalnya giat bekerja, Jujuy, disiplin, dll.
Dan Allah memberikan rezeki yang berlimpah di dunia dan di akhirat bagi mereka-mereka yang tidak lalai untuk beribadah. Tidak ada siapapun yang dapat memberikan imbalan berlipat ganda seperti itu. Karena Allah Maha Kaya dan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Perintah untuk giat bekerja tidak hanya untuk Amat Islam setelah Muhammad saw, namun hal ini juga untuk para nabi dan rasul. Ketika muda, Rasulullah SAW adalah seorang pekerja yang sangat giat. Beliau menjual jasa menjadi gembala kambing kepada kaum kaya Makkah. Beliau juga menjualkan dagangan milik Khadijah ke Syam, untuk mendapatkan bagi hasil. Bekerja tidak hanya sunah Rasulullah SAW, tetapi juga nabi-nabi pendahulunya. Misalnya Nabi Daud AS, ia mencari nafkah dari hasil pekerjaan tangannya sendiri, yakni melunakkan besi. Di tangan Daud AS, besi tak ubahnya adonan dan lilin, ia membuatnya menjadi baju zirah (baju besi), kemudian menjualnya ke pasar untuk menghidupi diri dan keluarganya dari hasil penjualannya.
Suatu hari Nabi Sulaiman AS minta ditunjukkan oleh Allah hamba yang lebih bersyukur daripadanya. Allah lalu mengutus Jibril untuk mengajari Sulaiman cara menyepuh perhiasan dengan emas, dan ia membuatnya pada kapak, lalu menjualnya. Begitulah, manusia pertama yang membuat hiasan dengan sepuhan emas adalah Nabi Sulaiman AS.
Allah SWT pun sangat cinta kepada orang yang bekerja. Sebagaimana diriwayatkan Thabrani dalam Al-Kabir, Rasulullah bersabda, ''Allah mencintai setiap Mukmin yang bekerja untuk keluarganya dan tidak menyukai Mukmin pengangguran, baik untuk pekerjaan dunia maupun akhirat.'' Tsabit al-Banani RA, seorang sufi, berkata, ''Telah sampai kepadaku kabar bahwa ampunan terletak dalam sepuluh persoalan: sembilan terdapat dalam sikap diam dan satunya adalah lari dari manusia (uzlah). Ibadah ada sepuluh: sembilan di antaranya dalam mencari penghidupan (bekerja), dan satunya dalam ritual. Dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Siapa mencari dunia secara halal, membanting tulang demi keluarga dan cinta tetangga, maka pada hari kiamat Allah akan membangkitkannya dengan wajah berbinar layak rembulan bulan purnama.
Sebaliknya, Islam juga sangat menentang sikap meminta-minta. Jabir bin Abdullah meriwayatkan, Nabi bersabda, ''Siapa yang membuka pintu meminta-minta, maka Allah pasti akan membuka pintu kefakiran. Sedangkan siapa yang ber-'iffah (menjaga kehormatan diri, tidak meminta-minta), Allah akan menjaganya. Siapa yang mohon kecukupan kepada Allah, dia akan dicukupkan. Seseorang yang membawa tali ke lembah untuk mencari kayu, kemudian membawanya ke pasar untuk dibelikan satu mud kurma, lebih baik baginya daripada meminta-minta baik ia diberi atau tidak.'' (Lihat, Musnad Ahmad, 2/418, Majma' al-Zawa'id, 3/95). Meski demikian, Islam di sisi lain mencela orang yang mengabaikan peminta-minta. Sebuah hadis meriwayatkan, sabda Nabi, ''Jika datang peminta-minta, berilah meskipun ia mengendarai kuda.'' Hal ini didukung oleh surat Ad-Dhuha 10, yang melarang kita menghardik dan mengusir peminta-minta.

B. Hadits Tentang Kemandirian dan Kerja Keras
Artinya:
“Tidak ada seorang nabipun yang Allah utus kecuali ia menggembalakankambing”. Bertanya para sahabatnya, Engkau ya Rasulullah? Ia bersabda, “ya, saya menggembalakannya untuk memperoleh beberapa qirat milik penduduk mekkah. (HR. Bukhari)
Hadits di atas menggambarkan bahwa para nabi juga bekerja untuk pennghidupan mereka. Dalam hadits di atsa diceritakan bahwasannya nabi Muhammad pekerjaannya adalah menggembalakan kambing. Menggembala kambing butuh kasih sayang, sebagai mana memelihara manusia. Mengembala di padang luas memupuk rasa ketuhanan, yang juga diperlukanketika memelihara atau menjaga manusia.
Diantara cara mempraktikan sikap giat bekerja dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
a. Mendirikan shalat pada awal waktu
b. Menghadiri shalat jum’at lebih awal
c. Membiasakan shalat berjamaah
d. Menyegerakan menghentikan pekerjaan dan segera ke masjid jika sudah mendengar adzan
e. Membiasakan bekerja di siang hari dan beristirahat di malam hari
f. Tekun belajar
g. Tidak menunda-nunda pekerjaan
h. Meraih prestasi dan menggantungkan cita-cita setinggi langit namun jangan sombong.


C. Kesimpulan
Telah dibahas cukup mendetail pada tema ini, bahwasannya manusia harus memiliki sifat giat bekerja. Namur tidak berarti hidup atau umur yang telah diberikan Allah lepada manusia itu dihabiskannya untuk bekerja saja. Oleh karena itu ada beberapa point yang dapat diambil kesimpulan untuk keseimbangan kehidupan manusia, antara lain:
1. Umat Islam harus giat bekerja, tetapi pekerjaan itu tidak boleh mengganggu ibadah
2. Giat dan rajin bekerja akan memungkinkan diperolehnya kekayaan lebih melimpah, namun kekayaan itu harus digunakan dijalan Allah
3. manusia harus bekerja, karena nabi-nabipun bekerja. Bekerja harus tekun, sebagaiman yang dicontohkan oleh para nabi-Nya.



KESEIMBANGAN DUNIAWI DAN UKHRAWI

1. Membaca Ayat dengan Fasih
a. QS. Al-Qashas: 77
Æ÷tGö/$#ur !$yJ‹Ïù š9t?#uä ª!$# u‘#¤$!$# notÅzFy$# ( Ÿwur š[Ys? y7t7ŠÅÁtR šÆÏB $u‹÷R‘‰9$# ( `Å¡ômr&ur !$yJŸ2 z`|¡ômr& ª!$# šø‹s9Î) ( Ÿwur Æ÷ö7s? yŠ$|¡xÿø9$# ’Îû ÇÚö‘F{$# ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw =Ïtä† tûïωšøÿßJø9$# ÇÐÐÈ

Artinya:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

b. QS. Ql-Baqarah: 198
}§øŠs9 öNà6ø‹n=tã îy$oYã_ br& (#qäótGö;s? WxôÒsù `ÏiB öNà6În/§‘ 4 !#sŒÎ*sù OçFôÒsùr& ïÆÏiB ;M»sùttã (#rãà2øŒ$$sù ©!$# y‰YÏã ̍yèô±yJø9$# ÏQ#tysø9$# ( çnrãà2øŒ$#ur $yJx. öNà61y‰yd bÎ)ur OçFZà2 `ÏiB ¾Ï&Î#ö7s% z`ÏJs9 tû,Îk!!$žÒ9$# ÇÊÒÑÈ

Artinya:
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

2. Menganalisis makna Kosa Kata
÷tGö/$# : carilah (mencari dengan sekuat tenaga)
š[Ys?w : jangan kaku lupakan
y7t7ŠÅÁtR : bagian yang telah diperuntukkan bagimu
yŠ$|¡xÿø9 : kerusakan (dari yang tadinya baik menjadi tidak baik)
y$oYã_ : dosa (segala yang membawa kepada penyimpangan)
#qäótGö;s? : mencari
WxôÒsù : karunia (pemberian lebih dari kebutuhan primer)
OçFôÒsùr& : turun beramai-ramai

3. Memahami Syahrul Ayat
otÅzFy$#ª‘#¤$!$#!$# 9t?#uä!$yJ‹Ïù ÷tGö/$#ur
Dan carilah dengan kekayaan yang dianugrahkan Allah kepadamu negeri akhirat
Ayat ini berkenaan dengan kisah Qorun orang yang sangat kaya pada zaman nabi Musa as. Namun dia sombong, tidak mau beriman kepada Allah, menampik ajaran nabi Musa, dan tidak mau menolong orang yang berkekurangan, sehingga Allah akhirnya menghukumnya, yakni dengan memasukkan dirinya dan harta kekayaannya ke dalam tanah.
Ayat ini adalah nasihat kaumnya kepadanya yang diabadikan oleh Allah ke dalam Al-Qur’an agar supaya dapat dijadikan pelajaran. Karena sebenarnya bagianyang diperuntukkan bagi Qorun pada hakikatnya juga diperuntukkan untuk kaumnya yang berkekurangan. Mereka dapat menikmati kekayaannya namun juga harus memenuhi kewajibannya yakni dengan mengeluarkan zakatnya. Selain berzakat orany yang berkecukupan harus menginfakkan sebagian hartanya. Kisah seorang sahabat yakni Abu Bakr Asy Syidiq yang menginfakkan seluruh hartanya untuk dakwah, Utsman bin Affan mnyerahkan separuh ndari hartanya. Nasihat selanjutnya buat Qorun adalah agar supaya di berbuat baik. Namun tidak diindahkan sama sekali olehnya. Dan lawan dari perbuatan baik adalah perbuatan yang buruk. Dan lagi-lagi Qorun melakukannya dengan bersekongkol (Haman dan Firaun) untuk mendholimi Bani Isroil (baca Surat Al-Mu’min: 24-25). Allah tidak menyukai perbuatan yang merusak karena Allah telah menciptakan alam ini dengan begitu teraturnnya. Sudah barang tentu, apa yang terjadi dengan Qorun kita dapat mengmbil pelajarannya sehingga kita menjadi hamba yang beruntung.
}(Nà6În/§‘ #`ÏiBxôÒsù qäótGö;s?br& îy$oYã_ Nà6ø‹n=tã§øŠs9
Bukanlah satu dosa bagi kalian mencari karunia dari Tuhan kalian
Sekilas kita membaca ayat diatas adalah kebolehan untuk berdagang pada musim haji. Yang mana pada saat itu mata pencaharian dari penduduk Mekah adalah berdagang. Sehingga bagaimana mungkin mereka tidak diperbolehkan untuk berdagang padahal ibadah haji wajib dikerjakan oleh setiap muslim. Namun walaupun mereka diperbolehkan berdagang sambil berhaji tujuan utamanya dalah tetap untuk berhaji.
Adapun ijin berdagang ini mengandung beberapa nilai, antara lain:
a. Ibadah boleh diiringi aktivitas bisnis. Oleh karenanya aktivitas duniawi dan ukhrawi harus diseimbangkan.
b. Bisnis itu bernilai ibadah, karen aitu harus dilaksanakan dengan jujur mdan tujuannya bukan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
c. Besar keuntungan bisnis tidak dibatasi yaitu boleh melebih kebutuhan primerasalkan dilaksanakan dengan jujur dan tidak dilaksanakan semata-mata untuk mencari keuntungan materi sebesar-besarnya dan tetap juga untuk ibadah.

4. Hadits Tentang keseimbangan Duniawi dan Ukhrawi
Artinya:
”Dari Ibn umar ra ia berkata, Rosulullah saw, memegang pundakku kemudian ia bersabda: jadilah kau di dunia ini seakan akan sebagai seorang perantau atau seorang penyeberang jalan!, Ibn Umar berkata, jika kau berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, jika kau di pagi hari jangan tunggu sore hari. Gunakan sehatmu untuk sakitmu dan hidupmu untuk matimu“. (HR.Bukhari).
Maksud dari nhadits di atas adalah, bahwasnnya manusia itu sebagai perantau yang akan kembali ke kampung halamannya,. Sebagai penyeberang jalan yaitu seorang yang akan kembali ke tempat asalnya. Demikianlah seharusnya sikap manusia di dunia ini. Dunia ini hanya tempat sementara. Kita pasti akan mudik dan kemballi ke tempat asal kita byakni akhirat.
Lain halnya dengan ibn Umar, dia mengartikan hadits ini bahwasannya kita sebagai manusia dilarang menangguh-nangguhkan pekerjaan kita. Apa yang dapat dikerjakan pagi jangan sampaiu menunggu sore. Begitu juga dengan sebaliknya. Hal ini karena waktu kita sangatlah terbatas dan kita akan terus ditumpuk dengan pekerjaan selanjutnya dan slanjutnya yang menyebabkan pekerjaan atau tanggungan kita menumpuk dan akhirnya membuat kita bermalasan untuk menyelesaikannya. Dan kita akan semakin dekat deng jadwal untuk kembali ke tempat asal kita, jika kita masi bermalas malasan maka bekal kita akan kurang sebelum sampai tujuan yakni surga-Nya. Oleh karena itu giatlah dalam bekerja selama hayat masih dikandung badan. Begitu juga nketika kita masih dalam keadan sehat maka gunakanlah sehatmu untuk mempersiapkandirimu ketika kamu sakit. Dan hidupmu untuk matimu, artinya persiapkan diri untuk menyelamatkan dari api neraka dan siksa kubur.
Dalam hal ini terdapat beberapa item yang dapat dilakukan sebagi bentuk perilaku yang menunjukkan keseimbangan antara usaha dunia dan ukhrawi, diantaranya adalah:
a. Mengerjakan pekerjaan secara serius
b. Ketika mengerjakan sesuatu yang berkenaan dengan akhuirat maka kaitkan dengan urusan duni begitu juga dengan sebaliknya Laksanakan segala sesuatunya denga khusuk termasuk beribadah

5. Kesimpulan
Manusia untuk saat ini masih mengalami kehidupan di dunia yang sebentar lagi mereka akan mati. Oleh karena itu manusia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kedupannya diakhirat kelak. Satu cara yang harus ditempuh oleh manusia adalah dengan cara menata hidupnya untuk hidup seimbang, dengan kata lain selain mencari apa yang dibutuhkan oleh manusia di dunia mereka juga harus mempersiapkan bekal untuk hidup diakhirat kelak. Dari pemaparan materi di atas maka dapat disimpulkan bahwasannya,
a. Aktivitas duniawi adalah mencari kecukupan materi untuk dinikmati di dunia ini.
b. Aktivitas ukhrawi adalah menolong orang lain, berbuat baim kepada orang lain dan tidak berbuiat pekerjaan-pekerjaan yang negatif
c. Manusia peru melakukan keseimbangan antar duniawi dan ukhrawi
d. Umat Islam perlu mencapai kebahagiaan ukhrawi dan duniawi.


MAKANAN YANG HALAL DAN BAIK

A. Membaca Ayat Dengan Fasih
a. Al-baqarah 168-169
$yg•ƒr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qè=ä. $£JÏB ’Îû ÇÚö‘F{$# Wx»n=ym $Y7Íh‹sÛ Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÏNºuqäÜäz Ç`»sÜø‹¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNä3s9 Ar߉tã îûüÎ7•B ÇÊÏÑÈ $yJ¯RÎ) Nä.ããBù'tƒ Ïäþq¡9$$Î/ Ïä!$t±ósxÿø9$#ur br&ur (#qä9qà)s? ’n?tã «!$# $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÊÏÒÈ

Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu Hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

b. Al-baqarah 172-173
$yg•ƒr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=à2 `ÏB ÏM»t6ÍhŠsÛ $tB öNä3»oYø%y—u‘ (#rãä3ô©$#ur ¬! bÎ) óOçFZà2 çn$?ƒÎ) šcr߉ç7÷ès? ÇÊÐËÈ $yJ¯RÎ) tP§ym ãNà6ø‹n=tæ sptGøŠyJø9$# tP¤$!$#ur zNóss9ur ͍ƒÌ“YÏ‚ø9$# !$tBur ¨@Ïdé& ¾ÏmÎ/ ÎŽötóÏ9 «!$# ( Ç`yJsù §äÜôÊ$# uŽöxî 8ø$t/ Ÿwur 7Š$tã Ixsù zNøOÎ) Ïmø‹n=tã 4 ¨bÎ) ©!$# Ö‘qàÿxî íOŠÏm§‘ ÇÊÐÌÈ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah Hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah, tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

B. Menganalisis Makna Kosa Kata
(#qè=ä. : Makanlah (oleh kalian)
x»n=ym : halal (yang tidak dilarang oleh agama untuk memakan/mengerjakannya), kata dasrnya adalah Halla-Yahullu- Hallan yang berarti membuka buhul atau membebaskan, yaitu membolehkan (memakan atau menggunakannya)
$Y7Íh‹sÛ : Baik (kata sifat yang maknanya dengan isim fa’il)
NºuqäÜäz : Langkah, jamak dari Khutuwatun
äþq¡9$$ : Keburukan (segala yang tidak baik dampaknya bagi jasmani atau rohani, baik di dunia maupun di akhiirat, seperti mencuri, korupsi, bergunjing dan sebagainya)
#rãä3ô©$# : berterimakasihlah kalian
@Ïdé& : Disembelih
§ §äÜôÊ$# : Dipaksa
8ø$t/ : Orang yang menginginkan (lebih banyak dari keputusan)
Š$tã : Orang yang melampaui batas

C. Memahami Syahrul Ayat
$7Íh‹sÛx»n=ymÚö‘F{$# ’Îûâ$£JÏB #qè=ä. ¨$¨Z9$#$yg•ƒr'¯»tƒ
Hai manusi! Makanlah yang halal lagi baik yang ada di bumi
Allah SWT memanggil seluruh manusia yang beriman atau yang kafir, bila mereka makan, maka makanlah makanan yang halal dan baik. Makanan halal adalah yang baik, yakni makanan yang tidak termasuk dari dua macam bagian makanan haram berikut ini:
a. Makanan atau minuman yang hram, secara substansinya, seperti babi, bangkai, darah, minutan keras, dan sebagainya
b. Makanan atau minutan yang halal karena perolehannya, seperti makanan hasil curian, perampasan, korupsi, dan sebagainya
Jadi makanan yang halal adalah makanan yang tidak diharamkan oleh Islam, baik dari segi substansi maupun dari segi perolehannya. Dengan demikian makanan yang baikpun terbagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Makanan atau minuman yang baik ssecara substansinya, artinya mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh, menyehatkan dan juga bersih
b. Makanan atau munuman yang baik menurut orang yang mengkonsumsinya. Maksudnya, makanan yang baik bagi orang tertentu Belem tentu baik bagi orang lain. Misalnya, makanan yang baik bagi orang tertentu belum tentu baik bagi orang lain. Contohnya, mengkonsumsi gula dan daging ini tidak baik untuk penderita penyakit diabetes dan darah tinggi.
Semua bahan makanan yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini pada dasarnya halal untuk dimakan, kecuali terdapat dalia dari al-Quran maupun al-Hadits yang mengharamkannya.oleh karena itu makanlah makanan yang dihalalkan oleh agama dan baik dari segi gizinya, kesehatannya dan kebersihannya. Di camping itu perhatikan pula kondisi badan, meskipun makanan itu halal dan baik Namur tubuh tidak dapat menerimanya dengan baik karena suatu hal, sakit misalnya, maka jangan dimakan.
ŸûüÎ7•Br߉tã öNä3s9 ¼çm¯RÎ)`»sÜø‹¤±9$#ÏNºuqäÜäz #qãèÎ6®Ks?wur
Dan janganlah ikuti jejak langkah setan, sungguh ia musuh yang nyata bagi kalian
Allah melarang manusia untuk mengikuti langkah-langkah setan, yaitu semua yang tidak baik, karena setan itu hanya melangkah ke segala yang tidak baik, misalnya zina, mencuri, membunuh, dan lain sebagainya. Orang yag melanggar larangan itu berarti menemani setan dalam mengerjakannya.
Allah mengingatkan manusia bahwa Allah itu musuh yang paling nyata. Hal itu karena setan selalu ingin menjerumuskan manusia. Caranya adalah dengan menggelitik nafsu manusia supaya terpedaya melakukan perbuatan yang dilarang dan terasa enak. Setelah manusia terjebak untuk melakukan hal yang dilarang, setan akan lepas tangan dan tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya dlam menjerumuskan manusia.
ÏbqßJn=÷ès? w«($tB!$# ’n?tã#qä9qà)s? Ïbr&ur ä!$t±ósxÿø9$#ur äþq¡9$$Î/Nä.ããBù'tƒ$yJ¯RÎ)
Ia hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan keji saja dan mengatakan hal-hal yang tidak kalian ketahui tentang Allah
Bagaimanakah setan itu menjadi musuh umat Islam dilukiskan antara lain dalam ayat ini. Setan itu pekerjaannya semata-mata hanya menjerumuskan manusia yaitu membangkitkan, menggelitik, menghembus-hembuskan keinginan ke dalam hati atau nafsu manusia supaya mengejakan hal-hal di bawah ini:
a. Sesuatu yang tidak baik, yang merusak, yang tidak baik baik akibatnya bagi manusia, seperti mencuri, korupsi, bergunjing dan lain sebagainya.
b. Kekejian, yaitu segala sesuatu yang tidak bisa diterima agama dan dampak buruk misalnya zina
c. Menyatakan hal yang tidak benar mengenai Allah
Dengan demikian mereka yang akan memakan makanan yang tidak halal dan tidak baik berrati telah melakukan sesuatu yang buruk dan sesuatu yang keji berarti juga telah melawan perintah Allah. Sudah barang tentu Allah akan murka padanya dan doanya tidak akan dikabulkan.
ÏNä3»oYø%y—u‘ $tB M»t6ÍhŠsÛ `ÏB(#qè=à2 (#qãZtB#uä úïÏ%©!$# $yg•ƒr'¯»tƒ
Hai orang-orang yang beriman, Makanlah makanan yang baik yang Kami berikan kepadamu sebagai rezeki.
Allah menyuruh umat Islam agar hanya memakan makanan yang baik, dari segi gizinya, keesehatannya, maupun kebersihannya. Semua makanan yang diciptakan oeh Allah pada dasarnya adalah baik, namun untuk kondisi tertentu makan tentu menjadi tidak baik, terutama bagi orang yang memakanan suatu makanan akan menyebabkan penyakitnya kambuh. Semua makanan itu adalah rezeki dari Allah awt. Maksudnya adalah bahwa makanan itu sudah tersedia tetapi manusia harus berusaha mencarinya dan atas dasar usaha itu maka Allah memberinya.
Dalam ayat ini tidak disebutkan lagi mengenai kehalalan makanan tersebut seperti yang disebutkan dalam ayat 168 Surat al-Baqarah sebelumnya. Hal itu karena yang dipanggil oleh Allah adalah orang yang beriman, yang tentunya telah mengindahkan kehalalan makanan itu sendiri.
cr߉ç7÷ès? ¬çn$?ƒÎ) óOçFZà2 bÎ)!#rãä3ô©$#ur
Dan bersyukurlah lepada Allah jika ia hanya yang kalian sembah
Setelah memperoleh makanan yang baik, atau nikmat-nikmat yang baik, Amat Islam diminta oleh Allah untuk bersyukur. Bersyukur dalam hal ini adalah dengan melakukan dua hal di bawah ini:
a. Berterimakasaih kepada-Nya dengan mengucapkan kata-kata syukur atau hamdalah
b. Menggunakan nikmat yang telah didapatkannya sesuai dengan tujuan Allah swt. Karena Allah memberikannya untuk kebaikan, maka harus digunakan untuk kebaikan juga

!$#@¨¾ÏmÎ/ ÎŽötóÏ9 Ïdé& $tBurƒÌ“YÏ‚ø9$# tzNóss9ur ãtP¤$!$#ur ptGøŠyJø9$# Nà6ø‹n=tæP§ym$yJ¯RÎ)
Hanya ia mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan yang disembelih bukaan untuk Allah saja
Semua yang diciptakan Allah di muka bumi ini boleh dimakan dan dimanfaatkan, selama tidak terdapat dalil yang mengharamkannya. Segala yang menjadi haram telah disampaikan dalam ayat ini, antara lain:
a. Bangkai, yaitu binaang yang mati dengan sendirinya
b. Darah, adalah darah yang mengalir walaupun telah membeku
c. Daging babi, para ulama memasukkan emua produk yang berasal dari babi, apakah dagingnya, tulangnya, kulitnya dan sebagainya haram untuk dimakan
d. Hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah atau disembelih untuk selain Allah
Jelaslah bahwa Allah mengharamkan beberapa makanan itu justru untuk melindungi manusia dari akibat negatif makanan itu. Baik dari segi fisik maupun dari segi rohani.
Ïmø‹n=tãNøOÎ) Ixsù Š$tãwur 8ø$t/Žöxî §äÜôÊ$# `yJsù
Tetapi, barang siapa yang terpaksa bukan untuk keinginannya dan bukan pula untuk melampaui batas, maka tiadalah ia berdosa
Maksud dari orang yang terpaksa adalah o rang yang kelaparan, yang mana apabila ia tidak memakannya ia akan mati, sedang ia juga tidak menemukan makanan yang lainnya. Maka dalam keadaan seperti ini ia boleh memakan makanan yang telah diharamkan oleh Allah dengan syarat sebagai beriikut:
a. Ia tidak menginginkan makanan yang haram itu, ia memakanannya dalam keadaan terpaksa. Ia tidak memakannya dengan perasaan senang.
b. Ia tidak memakannya secara melampaui batas, namun sekedarnya saja.
Allah adalah Maha Pengampunbila hamba-Nya melanggar karena terpaksa. Allah Maha Penyayang sehingga ia memberikan keringanan pada hambanya apa-apa yang menjadi perintah dan larangannya.

D. Memahami hadits tentang Hal-Hal yang Haram
Dalam kaitannya dengan bab ini nabi bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Muslim, yang artinya: “Rasulullah saw bersabda, Wahai manusia sungguh Allah itu baik dan sungguh Allah memerintahkan kaum mukminin apa yang Ia perikntahkan pula kepada para rasul. Allah berfirman: Hai para Rasul makanlah yang baik dan kerjakan pekerjaan yang baik pula. Allah juga berfirman: Hai orang yang beriman, makanlah makanan yang baikyang kami berikan ke pada kalian sebagai rezeki. Kemudian beliau menyebutkan keadaan laki-laki yang telah jauh berjalan, kondisinya berantakan, dan penuh dengan debu, menadahkan tangannya ke langit dan berkata “ya Tuhan ku, ya Tuhan ku“ sedangkan mnakanannya haram, bagaimana dia akan diperkenankan doanya“ (HR. Muslim)
Allah Maha Baik dan Maha Suci. Allah itu suci dari segala sifat kekurangan dan yang ada pada-Nya adalah segala sifat yang Maha Sempurna. Oleh karena itulah Ia hanya menerima perbuatan baik dan suci dari hambanya. Perintah Allah kepada Amat Islam sama dengan perintah-Nya kepad para rasul. Yaitu makan makanan yang baik dan berbuat baik. Kesamaan isi perintah itu menunjukkan bahwa Amat Islam sangat dimuliakan oleh-Nya. Walaupun orang datang dari jauh dan bersusah payah untuk memohon ampón kepada Allah namun yang dimakan adalah sesuatu yang haram maka doanya tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah.

E. Kesimpulan
Setelah membahasa maslah makanan yang halal dan baik menurut al-Quran as-Sunnah, maka yang dapat kita ambil pelajaran adalah, bahwasnnya dalam ayat dan hadits di atas memiliki beberapa kandungan, diantaranya adalah:
a. kriteria makanan yang boleh dikonsumsi manusia adalah halal dan baik. Bila mereka melanggarnya, mereka berarti telah terpedaya oleh setan yang selalu ingin menjerumuskan manusia.
b. Amat Islam perlu mengkonsumsi makanan yang baik dari segi gizi, kesehatan, dan kebersihannya. Mereka tidak boleh makan bangkai, darah, daging babi dan hewan yang dikorbankan untuk selain Allah
c. Bila seseorang hidup dengan makanan yang haram, minuman yang haram, pakaian haram, dan dikenyangi perutnya dengan hal-hal yang diharamkan oleh Allah, maka jangan berharap doanya akan dikabulkan oleh Allah.
Dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hal ini dapat kita terapkan untuk mselalu mengkonsumsi hal-hal yang halah, diantara caranya adalah sebagai berikut:
a. Tidak merokok
b. Jauhkan diri dari obat-obat terlarang atau minuman beralkohol
c. Mengenali perbedaan daging babi dengan daging sapi atau kerbau
d. Krisis dalam membeli dagingsebab pernah ada kasus orang mencampur daging halal dengan daging yang haram
e. Jangn memakan hewan ynag mati tertabrak, kecuali bila masih hidup lalu disembelih
f. Pelajari brosur yang dikeluarkan oleh MUI tentang produk-produk yang berasal dari babi, kemudian hati-hati, jangan sampai memakan atau menggunakan produk-produk yang berasal dari babi tersebut


METODE PENYAMPAIAN MATERI
QURAN HADITS KELAS XII SEMESTER II
Buku ajar ini adalah buku yang menjadi pegangan para pendidik untuk menyampaikan materi Qur’an Hadits kelas XII Aliyah semester II, oleh karena itu sub bab ini dirasa perlu untuk dibahas sehingga pendidik dapat menerapkan metode yang efektif dan efisien dalam menyampaikan materi agar yang menjadi kompetensi dasar terlaksana. Namun jika kita metode tertentu dalam mengajar maka hal ini tidak dapat terpisahkan dengan media pembelajaran atau media pendidikan untuk mempermudah menerapkan metode tersebut dan membantu kelancaran terlaksananya proses belajar mengajar.
Jika membahas masalah metode penyempaian atau metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan dalam sebuah proses belajar mengajar maka yang harus diperhatikan adalah beberapa hal berikut ini:
a. Tujuan yang akan dicapai dari meteri
b. Memperhatikan standar kompetensi dan kompetensi dasar dari materi tersebut
c. Memperhatikan faktor internal dan faktor eksternal, seperti keadaan ruangan,tersedianya media atau tidak, karakteristik dari peserta didik, dan lain-lain.
Jika hal ini sudah terpenuhi, maka pendidik mulai untuk memilih dan menerapkan metode mana yang efektif dan efisien. Dalam lingkup pembahsan Qur’an Hadits kali ini penulis menawarkan beberapa model pembeajar yang relevan. Diantaranya adalah:
a. Metode Drill
Metode ini akan cocok diberikan ketika pendidik menginginkan peserta didiknya nuntuk dapat menghafal Al-Qur’an dan Hadits dengan cepat. Dengan cara disuruh baca dengan cara berulang-ulang. Selain itu pendidik juga bisa melakukan pre test dan post tes untuk mengevaluasi sejauh mana peserta didik mnegingat apa yang telah kita samapaikan dan eperti apa persiapan peserta didik sebelum menerima materi di kelas. Sehingga dengan begini akan diketahui peserta didik myang belajar sebelumnya dengan yang tidak belajar atau mempersiapkan diri sebelumnya.
b. Sosio Darama
Metode msosio drama ini mmemang tidak dapat diberikkan atau diterpkana pada semua materi pada mata pelajaran Qur’an Hadits kelas XIII semester II ini, namun terdapat pokok pembahasan tertentu yang menurut penulis cocok menggunakan metode ini, contoohnya pada bab pergaulan sesama manusia. Dalam mhal ini pendidik mempersiapkan peserta didik untuk melakukan metode ini, dengan deskripsi metode seperti ini:
b.1 Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, yang mana masing- masing kelompok akan memerankan atau memaikan drama sesuai dengan tema atau pokok bahasannya.
b.2 Peserta didik diharapkan diskusi untuk membicarakan peran yang akan dimainkan
b.3 Setelah mereka menetukan peran masing-masing, maka tiap-tiap kelompok harus memainkan drama yang telah di susun di depan kelompok yang lain secara bergiliran, dan tugas dari kelompok yang menyaksikan adalah mencatat kekurangan dan kelebihan menurut mereka.
b.4 Melakukan evaluasi terhadapa metode yang telah dilakukan dari hasil penilaian masing-masing kelompok, namun pendidik juga harus memiliki catatan tersendiri untuk evaluasi
c. Presentasi
Metode ini dilakukan karena materin tersebut menurut hemat penulis membutuhkan penjelasan yang mendetail. Contohnya pada pokok bahsan Makanan yang Halal dan Baik. Namun dalam melakukan presentasi, pendidik harus pandai mengambil inisiatif agar presentasi yang dilakukanoleh pendidik tidak terkesan membosankan dan cenderung pada metode ceramah. Tetapi jika dalam kelas terdapat media komputer dan LCD maka pendidik dapat melakukan presentasi dengan menggunakan media power point. Sehingga presentasi yang dilakukan akan menarik. Atau kalau tidak terseia media tersebut dapat menggunakan gambar-gambar atau tulisan-tulisan yang ditempel.
Metode ini menurut penulis lebih mengandalkan visual mereka (peserta didik) dalam menerima informasi. Dan hal ini dapat maksimal karena daya tangkap informasi terbesar diterima oleh visual manusia.
d. Game
Metode ini lebih cocok digunakan untuk pretes dan postes karena dengan melakukan metode ini peserta didik akan merasa rilek namun dapat menerima dan berbagi informasi. Jenis Game yang akan dipilih dan diterapkan menyesuaikan.
e. Dan lain-lain



DAFTAR PUSTAKA


________2006.Qur’an Hadits Kelas III Madrasah Aliyah.Jakarta: Yudistira.

________2006. Panduan Praktikum Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Malang Lab. Tarbiyah FAI UMM.

Ibn Katsir.T.t. Mukhtasar Tafsir Ibn Katsir. Bairut. Dar Al-Qur’anul karim.
http://www.brunet.bn/gov/mufti/irsyad/pelita/2007/bil254-bhg1.pdf

http://islamisland.net63.net/etika/etika%20makan%20dan%20minum.pdf

http://islamisland.net63.net/etika/etika%20makan%20dan%20minum.pdf

Ismail. 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang: Rasail

Jamil Zainu,Muahmmad.1998. Jalan Golongan Yang Selamat. Jakarta: Darul Haq

Sadiman, Arief S dkk.1984. Media Pendidikan. Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada.

Shihab, M. Quraish. 2001. Tafsir Al Misbah. Jakarta: Litera.
Yamin, Moh. 2009. Menejemen Mutu Kurikulum Pendidikan. Jogjakarta:Diva Press






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar